Mengenal bahasa kotlin

0
555
mengenal bahasa kotlin

Pada artikel kedua ini saya akan membahas sebuah bahasa yang mungkin di kemudian hari akan menggantikan kedudukan bahasa java sebagai bahasa native di android pada kehidupan saya pribadi yaitu Kotlin.

Pada artikel sebelumnya saya menuliskan Konsep dasar membangun REST API, untuk artikel kali ini saya akan memakai judul “Mengenal bahasa kotlin”.

Pengenalan

Bahasa Kotlin adalah bahasa turunan jadi Java yang diakui sebagai bahasa utama untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android setelah Java dan C++. Bahasa ini mendapat dukungan penuh oleh Google sebagai salah satu bahasa dalam mengembangkan aplikasi pada platform Android.

Bahasa ini sudah langsung tersedia pada installan IDE Android Studio, dimana IDE tersebut masih di kembangkan oleh IntelliJ IDEA yang merupakan pengembang yang menciptakan bahasa itu sendiri.

Penamaannya diambil dari sebuah nama pulau yang berada di Rusia, sama halnya Java yang diambil dari sebuah pulau yang ada di Indonesia yaitu Java (Jawa) dan Kotlin merelease versi 1.0 pada tanggal 15 Februari 2016 dan mendapatkan full support oleh Google pada Oktober 2017. Hingga saat ini sudah berada pada versi 1.3 yang di release pada tanggal 29 Oktober 2018 kemarin.

Migrasi dari java sendiri bagi saya bisa dikatakan tidak terlalu sulit, hanya saja perlu membiasakan diri terutama ada beberapa cara penulisan dan syntak yang digantikan, misalkan saja keyword untuk switch case pada java yang digantikan oleh when.

Keunggulan Bahasa Kotlin

  1. Ringkas (Concise)
    Bahasa ini mampu mengurangi boilerplate pada saat menuliskan kode, boilerplate disini dimaksudkan bahwa kode yang dituliskan lebih sedikit dan lebih terasa mudah.
  2. Safe
    Bahasa ini mampu meyakinkan kita bahwa kode yang akan dijalankan dapat berjalan dengan benar dan jika kita memakai IDE terdapat beberapa tips atau warning yang diberikan misalkan saja penggunaan getter dan setter yang sudah biasa di java, di bahasa ini disarankan menggunakan sebagai property untuk assignment atau mengambil data. Ada pula yang lebih penting yaitu dia mampu menghindari NullPointerExceptions yang merupakan error yang hampir sering kita temui ketika mengembangkan aplikasi.
  3. Interoperable
    Bahasa ini tidak sama seperti bahasa turunan java yang lainnya (misalnya: Scala) yang tidak bisa menjalankan bahasa java secara bersamaan, akan tetapi bahasa ini bisa digunakan dan menggunakan oleh java. Saya pribadi masih sering menggunakan java dalam proyek yang menggunakan kotlin.

Saya rasa sampai disini saja dulu pembahasan kali ini. Terima kasih sudah membaca artikel ini, artikel selanjutnya saya akan membahas bagaimana cara konfigurasinya di Android studio.